News Detail

Bupati Gresik Resmikan Rumah Sakit Eka Husada

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto resmikan Rumah Sakit Eka Husada pada Kamis (1/10). Dengan diresmikannya Rumah Sakit Eka Husada, diharapkan kedepannya dapat mempermudah masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto juga menuturkan bahwa dengan adanya Rumah Sakit Eka Husada ini sekaligus sebagai respon terhadap stigma Masyarakat yang takut untuk datang ke Rumah Sakit di tengah Pandemi COVID-19 saat ini, Karena Bupati menekankan agar Rumah Sakit Eka Husada ini memberlakukan sebagai Rumah Sakit Non COVID-19.

"meski demikian, kalaupun Pemerintah Daerah meminta agar menerima pasien COVID, jika semua Rumah Sakit yang ada sudah penuh, maka RS Eka Husada wajib mengikuti."Kata Dr Indrawati saat membacakan surat pernyataan yang kemudian surat itu diserahkan kepada bupati".

News Detail

Lebih Baik Mana, Cuci Tangan dengan Sabun atau Hand Sanitizer?

Kini, mencuci tangan nggak harus selalu dengan sabun dan air. Jika kamu nggak bisa menemukan keduanya, bisa memakai hand sanitizer sebagai alternatif pengganti. Namun, tahukah kamu jika hand sanitizer nggak selalu bisa dipakai setiap saat? Berikut penjelasannya.

Menurut penelitian, kuman di tangan baru bisa dibasmi dengan hand sanitizer yang memiliki kandungan ethyl alcohol sebanyak 60 hingga 95 persen. Yap, cuma hand sanitizer dengan alkohol sebanyak itu yang bisa menggantikan peran dari air dan sabun.

Sayangnya, kandungan ethyl alcohol dalam hand sinitizer nggak mampu membersihkan tangan yang berada dalam kondisi sangat kotor seperti saat setelah olahraga, makan, dan berkebun. Tangan yang berminyak juga sulit dibersihkan oleh alat ini.

Jika tangan kamu sangat kotor, sebaiknya dicuci dengan air dan sabun selama 30 detik. Setelahnya, kamu bisa menggunakan hand sanitizer untuk memastikan tanganmu benar-benar bersih. 

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk menggunakan produk hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60 persen. Hand sanitizer non-alkohol justru nggak efektif untuk membasmi beberapa jenis kuman. Bahkan, penggunaan hand sanitizer tanpa alkohol bisa jadi akan membuat kuman kebal dan nggak lagi mempan dibunuh meski kita sudah sering memakai alat ini,

Dalam beberapa kasus, penggunaan hand sanitizer bisa menyebabkan efek samping berupa iritasi pada kulit. Jika kamu mulai merasakannya, ada baiknya menghentikan penggunaannya dan beralih ke kebiasaan rajin mencuci tangan dengan air dan sabun.

Lantas, kapankah waktu terbaik untuk menggunakan hand sanitizer? Kamu bisa memakainya saat mempersiapkan makanan, sebelum menyantap makanan, setelah menyentuh orang sakit, dan baru saja membersihkan luka. 

Sebelum memakainya, pastikan tangan berada dalam kondisi bersih dan tidak mengenakan perhiasan apapun. Setelahnya, tuangkan hand sanitizer secukupnya di satu telapak tangan. Gosok-gosokkan kedua telapak tangan agar agar gel hand sanitizer merata. Pastikan agar gel ini sampai ke bagian jari dan kemudian biarkan mengering. 

Jika tanganmu sangat kotor, sebaiknya bersihkan dengan air dan sabun saja, bukannya langsung diberi gel hand sanitizer.

Sumber: inibaru.id

News Detail

Tato Pada Tubuh Dan Risiko Kesehatannya

Sebelum Anda memutuskan untuk membuat tato di tangan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu. Selain berisiko terhadap kesehatan, ada banyak hal lain yang menyebabkan pembuatan tato di tangan perlu dipikirkan secara matang-matang.

Pembuatan tato di tangan sudah lama dilakukan oleh bangsa atau suku tertentu, seperti masyarakat di India atau suku Dayak di Indonesia. Saat ini, pembuatan tato di tangan makin meluas dan bukan lagi terkait budaya, melainkan bagian dari seni dan gaya hidup.

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk membuat tato di tangan, baik di punggung tangan atau di pergelangan tangan, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan baik-baik. Salah satunya adalah rasa sakit. Pembuatan tato di tangan akan terasa lebih sakit dibandingkan di area lain, mengingat kulit tangan lebih tipis dan memiliki banyak ujung saraf.

Tidak hanya itu, karena tato di tangan tidak bisa ditutupi oleh pakaian, membuat tato di area ini bisa menjadi masalah bagi orang yang memiliki profesi tertentu, misalnya guru atau dokter. Beberapa perusahaan juga mungkin akan berpikir ulang untuk menerima karyawan dengan tato di tangan.

Dampak Tato di Tangan terhadap Kesehatan

Pada dasarnya, dampak kesehatan dari tato di tangan sama dengan tato di tempat lain. Namun, karena lokasinya di tangan yang sering terpapar kotoran, air, dan sabun, maka area yang baru ditato akan lebih mudah mengalami masalah.

Berikut ini adalah beberapa risiko pembuatan tato di tangan terhadap kesehatan:

  1. Infeksi Kulit 
  2. Reaksi Alergi
  3. Tetanus
  4. Hepatitis B
  5. Hepatitis C, hingga
  6. HIV


Sumber: alodokter.com

News Detail

Pahami Cara Pakai Masker yang Benar

Umumnya, masyarakat menggunakan masker secara asal-asalan. Orang-orang cenderung membiarkan masker memiliki celah di sekitar mulut, menyentuh bagian luar masker, hingga menggaruk wajah dan menggosok hidung. Hal-hal tersebut justru memicu wajah semakin terkontaminasi dengan virus. 

Berikut adalah cara yang benar dalam menggunakan masker: 

  1. Pastikan untuk menggunakan masker yang sesuai dengan ukuran wajah Anda, tidak kekecilan atau kebesaran. 
  2. Selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum menggunakan masker. 
  3. Perhatikan sisi masker. Biasanya masker memiliki warna hijau dan putih. Sisi hijau merupakan bagian luar sehingga sisi warna putih yang menempel pada kulit Anda. 
  4. Letakkan garis kawat pada masker di bagian hidung Anda. 
  5. Jika Anda menggunakan masker tali, ikat tali bagian atas pada kepala bagian ubun-ubun. Lalu, tarik tali bagian bawah hingga masker menutupi dagu, kemudian ikat tali di leher Anda. Jika Anda menggunakan masker karet, Anda hanya perlu mengikat karet ke bagian telinga. 
  6. Setelah masker terpasang, cubit garis kawat agar mengikuti bentuk hidung Anda sehingga tidak tersisa celah antara masker dan wajah Anda. 
  7. Panjangkan bagian bawah masker hingga menutupi dagu. Pastikan masker Anda menutupi hidung, mulut, hingga dagu. 
  8. Jangan menyentuh masker, apalagi jika Anda belum mencuci tangan. 


Cara melepas masker: 

  1. Tidak hanya saat menggunakan masker, Anda juga harus memerhatikan cara melepaskan masker yang benar, yaitu sebagai berikut: 
  2. Cuci tangan terlebih dulu sebelum melepas masker. 
  3. Pastikan tidak menyentuh sisi masker Anda, apalagi sisi luar karena di situlah tempat berkumpulnya kuman. 
  4. Untuk masker tali, lepaskan tali bawah terlebih dulu kemudian tali atas. 
  5. Untuk masker karet, tarik karetnya dari telinga Anda. 
  6. Robek masker, agar tidak didaur ulang, lalu buang ke tempat sampah. 

Sumber: kompas.com

News Detail

Pertolongan Pertama Pada Luka Robek

Saat tubuh terjatuh, pada umumnya akan menimbulkan luka pada tubuh baik hanya berupa memar atau robek yang mengeluarkan darah. Luka memar pada umumnya melukai bagian dalam tubuh seperti tulang. Sedangkan luka robek pada kulit dapat menimbulkan darah dan memerlukan penanganan khusus untuk menghentikan darah terlebih dahulu. 
Luka robek merupakan kerusakan pada jaringan tubuh yang terbuka dan dapat mengeluarkan darah. Luka ini harus segera diatasi untuk mengantisipasi pengeluaran darah yang berlebihan terutama apabila robekan pada luka cukup besar.

Cara Mengatasi Luka Robek

Saat kulit luka maka akan menyebabkan lapisan kulit terbuka, sehingga terjadi pendarahan. Pendarahan ini dari mulai kategori ringan sampai dengan berat. Pengobatan luka robek harus dilakukan dengan baik dan benar agar tidak menimbulkan infeksi pada luka. Beberapa luka robek memang memerlukan jahitan oleh dokter untuk merekatkan kembali bagian tubuh yang terpisah atau terbuka. Namun tidak semua luka robek harus selalu dijahit, apabila robekan tidak terlalu besar luka tersebut dapat ditutup menggunakan plester. Plester dapat digunakan untuk menutup luka dengan menempelkan diatas 2 sisi yang robek, bukan menempelkannya mengikuti garis luka.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk pengobatan luka robek karena terjatuh, antara lain:

  1. Cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun antiseptik sebelum mengobati luka robek. Hal ini bertujuan agar tidak ada kuman atau bakteri baru yang masuk ke dalam luka melalui tangan
  2. Apabila luka mengeluarkan darah, hentikan pendarahan menggunakan kasa steril dengan menekan pada area luka. Segera panggil dokter apabila terjadi pendarahan hebat.
  3. Bersihkan daerah sekitar luka menggunakan cairan fisiologis steril atau cairan infus.
  4. Berikan obat oles pada area luka apabila dibutuhkan
  5. Tutup luka menggunakan kasa sterill untuk menghindari masuknya kuman pada luka.
  6. Pastikan area luka tetap kering dan tidak terkena air.
  7. Jaga agar luka robek tetap kering dengan mengganti perban luka secara berkala.
  8. Pada beberapa luka robek gunakan plester untuk merapatkan kembali bagian kulit yang terbuka. Plester juga dapat menghentikan pendarahan karena pembekuan terjadi saat pembuluh darah menyempit.

Apabila luka tidak kunjung sembuh dan semakin parah, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang maksimal. Perlu diingat bahwa proses penyembuhan luka robek akan bergantung pada usia, jenis kelamin serta riwayat penyakit pasien. Selain itu, selama proses penyembuhan luka robek pastikan lingkungan tetap bersih dan terjaga. Hindari paparan asap rokok, serta jaga asupan makanan dengan mengkonsumsi makanan penyembuh luka. Beberapa kondisi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan luka robek pada pasien.

Sumber: midiatama.co.id